Bismillah Subhanallah Walhamdulillah Walailahailallah Wallahuakbar || Barakallah || Jalani,Nikmati,Syukuri
Sabtu, 29 Agustus 2015
BAHAYA DUDUKI DOMPET DIKANTONG BELAKANG BAGI KESEHATAN!!
Jumat, 28 Agustus 2015
Keuntungan Pacaran Jarak Jauh (LDR)
Senin, 13 Juli 2015
Trik Lacak HP Android Yang Hilang Tanpa Bantuan Aplikasi
2. Untuk langkah melacak ponsel Android yang hilang, Anda dapat menggunakan PC atau Laptop, kemudian cobalah buka halaman ini (google.com/android/devicemanager) perlu Anda ingat, ponsel Anda dapat terlacak jika sudah dalam keadaan Sign in.
3. Bila Anda sudah mengakses halaman diatas, Anda akan menjumpai gambar dibawah ini, pastikan Anda sudah masuk ke Akun Google (gmail) yang sama dengan Akun Google yang Anda gunakan pada ponsel Android yang hilang. ( perhatikan panah merah, itu adalah akun Google yang Anda gunakan) Kemudian Device Manager akan meminta izin Anda untuk dapat melacak Android Anda . Pilih Accept
4. Jika langkah diatas sudah dilakukan dan dimengerti, perhatikan kotak dibawah tulisan “ Android Device Manager, Jika Anda memasukan akun Google yang sama ( benar) dengan begitu akan terdeteksi perangkat apa yang Anda gunakan, jika Anda memiliki lebih dari satu perangkat, silahkan klik bagian yang ditunjuk panah merah pada gambar dibawah ini, kemudian pilih perangkat yang akan Anda lacak.
5. Langkah selanjutnya Anda harus melakukan penguncian perangkat, perhatikan nomor pada gambar dibawah ini. Pilih Lock ( penguncian perangkat) kemudian amankan segera agar sang penemu ponsel Android Anda mengutak atk perangkat Anda.
Selasa, 16 Juni 2015
Hati-hati Tertukar Ucapkan ‘Subhanallah’ Dan ‘Masya Allah’
Di dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mengucapkan kata-kata Subhanallah atau Masya Allah. Misalnya saat melihat sesuatu yang indah, kita mengucapkan “Subhanallah pemandangan ini indah sekali” dan ketika menemukan sesuatu yang buruk kita mengucapkan “Masya Allah saya lupa membawa uang.”
Namun, pernahkah kita berpikir sebenarnya saat dalam kondisi apa kita mengucapkan Subhanallah dan Masya Allah? Apakah selama ini kita tertukar?
Secara Bahasa, Subhanallah memiliki arti ‘Maha Suci Allah’. Sedangkan Masya Allahmemiliki arti ‘itu terjadi atas kehendak Allah’. Kedua ungkapan diatas sama-sama memiliki arti yang mengagungkan AllahSubhanahu wa Ta’ala dan berarti sesuatu yang baik. Lalu kapan seharusnya kita mengucapkan Subhanallah dan Masya Allah?
Allah berfirman di surat al-Kahfi,
وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. al-Kahfi: 39)
Ayat ini dijadikan dalil sebagian ulama terkait kapan kita diajurkan mengucapkan masyaaAllah. Dalam ayat ini, orang mukmin menasehatkan kepada temannya pemilik kebun yang kafir, agar ketika masuk kebunnya dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga kebunnya tidak tertimpa hal yang tidak diinginkan.
Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,
وينبغي للإنسان إذا أعجبه شيء من ماله أن يقول: “ما شاء الله لا قوة إلَّا بالله” حتى يفوض الأمر إلى الله لا إلى حوله وقوته، وقد جاء في الأثر أن من قال ذلك في شيء يعجبه من ماله فإنه لن يرى فيه مكروهاً
“Selayaknya bagi seseorang, ketika dia merasa kagum dengan hartanya, agar dia mengucapkan, ‘maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah’ sehingga dia kembalikan segala urusannya kepada Allah, bukan kepada kemampuannya. Dan terdapat riwayat, bahwa orang yang membaca itu ketika merasa heran dengan apa yang dimilikinya, maka dia tidak akan melihat sesuatu yang tidak dia sukai menimpa hartanya”. (Tafsir Surat al-Kahfi, ayat: 39).
Dilansir dari konsultasisyariah, ada beberapa keadaan dimana kita dianhyrkan mengucapkan Subhanallah. Diantaranya:
- Saat kita heran terhadapa sikap seseorang yang telalu aneh, kaku bodoh dan lain sebagainya
- Saat sesuatu yang besar terjadi dan membuat kita benar-benar heran akan kejadian tersebut
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, bahwa pernah suatu malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dari tidurnya.
سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتَنِ
“Subhanallah, betapa banyak fitnah yang turun di malam ini.” (HR. Bukhari 115).
Dalam kasus lain, beliau juga pernah merasa terheran ketika melihat ancaman besar dari langit. Terutama bagi orang yang memiliki utang,
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, ucapan Masya Allah diucapkan ketika melihat keindahan atau sedang berada dalam sebuah kesenangan. Karena semua kebahagiaan tersebut semata-mata datang dari Allah. Sedangkan Subhanallahdiucapkan ketika kejadian kurang mengenakan, atau yang menyebabkan kening berkerut terjadi dalam kehidupan kita.
Semoga bermanfaat.
MATEMATIKA & AGAMA
Minggu, 24 Mei 2015
Kamu yang Udah Pacaran Lebih Dari 2 Tahun Perlu Lakukan 13 Hal Ini Supaya Hubunganmu Bisa Awet
Tahukah kamu apa yang membuat suatu hubungan itu awet ? Bukan karena mereka telah berhasil menemukan seseorang yang pas di hati, tapi karena mereka sama-sama berusaha dalam hubungan itu. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini bisa membuat hubunganmu awet.
1. Mereka menerima kebiasaan 'aneh' masing-masing pasangannya.
Jika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, tentu masing-masing dari kalian akan membawa kebiasaan aneh kalian sendiri. Jangan jadikan hal ini sebagai halangan, sebaliknya terimalah kebiasaan 'aneh' pasanganmu itu. Percaya nggak percaya, dengan mau menerima kondisi pasangan masing-masing itu bisa menjadikan hubunganmu lancar sampai kalian tua nanti lho!
2. Pasangan yang awet itu tidak akan membiarkan dirinya sendiri tidur dalam keadaan marah dengan pasangannya.
Ada pepatah tua yang mengatakan, "marah cukup sampai matahari terbenam saja". Hal ini tentu mengajarkan kita, jika kamu mau meninggalkan masalah dalam keadaan marah itu tidak akan menyelesaikan masalahmu. Lebih baik masalah itu dibicarakan dengan pasanganmu sampai selesai dan jangan pernah meninggalkan dendam dengan pasangan.
3. Mereka tetap berjalan sambil bergandengan tangan.

Percaya nggak kalau berjalan sambil bergandengan tangan itu membuat hubunganmu lebih bahagia. Pasangan yang bergandengan tangan itu merasa kalau hubungan mereka lebih nyaman dan mereka lebih bahagia daripada mereka yang jarang bergandengan tangan.
4. Ingatlah pada hal-hal menyenangkan yang dilakukan oleh pasanganmu, bukan hal-hal yang buruk.
Tidak bisa dihindari, dalam berhubungan pasti ada kalanya pertengkaran itu terjadi. Tapi jika ingin hubunganmu awet, kamu jangan mengingat penyebab pertengkaran itu. Ingatlah pada hal-hal menyenangkan bersama pasanganmu. Bersikap dan berpikir positif mengenai pasanganmu jauh lebih ringan daripada berpikir yang negatif.
5. Selalu ucapkan 'selamat pagi', 'mimpi indah ya' dan 'I love you' setiap harinya.
Mudah bukan sebenarnya? Tapi nggak banyak lho pasangan yang melakukannya. Sekilas kata-kata ini terlihat simpel, tapi efeknya besar sekali. Percaya nggak percaya, dengan kamu mengucapkan kalimat ini setiap harinya, kamu menambah semangat pasanganmu untuk menjalani hari dengan bahagia dan tidur pun bisa nyenyak.
6. Mereka juga merayakan setiap prestasi yang diraih pasangannya.
Siapa yang tidak mau dihargai dan dikenal karena jasanya, meski itu jasa sekecil apapun. Perlu kamu ingat, bahwa kalau sudah berhubungan itu artinya kamu menjadi satu tim. Supaya 'timmu' itu solid, tentu kamu perlu merayakan apa yang sudah diraih oleh pasanganmu. Entah itu hanya makan bersama, menelepon untuk mengucapkan selamat dan pujian, atau mungkin memberikan hadiah. Apapun bentuknya bila dirayakan bersama tentu ada makna tersendiri.
7. Daripada mengucapkan 'aku minta maaf atas kesalahanku', pasangan yang awet itu selalu mengucapkan 'terima kasih kamu sudah hadir di hidupku'.
Pasangan yang bisa dibilang sukses berhubungan itu ketika mereka berhasil mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif. Itu artinya, mereka sukses mengubah pertengkaran menjadi suatu berkah. Daripada kamu menunjuk jeleknya pasanganmu itu, ingatlah kamu juga punya jelek tersendiri. Kehadiran pasanganmu itu seharusnya bisa menutupi kejelekanmu dan kamu harusnya bersyukur mereka sudah hadir dalam hidupmu.
8. Mereka tidak pernah lupa untuk melakukan small things yang bermakna bagi pasangannya.
Setiap pasangan pasti mempunyai small things yang berbeda. Entah itu hanya sekadar menyemangati pasangannya, mendengarkan dia ketika ada masalah atau membantu pekerjaan rumahnya ketika pasanganmu masih ada urusan. Hal kecil-kecil ini mungkin terlihat sepele di mata orang lain. Tapi di mata pasanganmu, jasamu itu terlihat begitu besar dan terasa nyata cintanya padamu.
9. Daripada berhubungan dengan model give and take, lebih baik berhubungan dengan model give and give.

Kalau sudah namanya mau pacaran yang awet dan jangka panjang, kamu tidak boleh sekalipun menerapkan prinsip give and take. Hal ini bisa menjadikan beban pikiran tersendiri bagimu. Jadi tidak perlu menunggu pasanganmu membalas ketika kamu memberi dia sesuatu. Percayalah jika sudah pada saatnya, dia akan membalasmu jauh lebih 1000 kali lipat dari yang kamu dambakan.
10. Pasangan yang awet itu masih terus menyimpan rasa humor mereka, meski sepintas itu terlihat seperti rasa humor yang jayus.
Ketika hubungan sudah di ambang kebosanan, rasa humor ini bisa menolong kamu dan pasanganmu. Memiliki rasa humor ini tentu akan membuatmu mengingat, kenapa kamu bersama pasanganmu ini. Percayalah, pasangan yang sehat dan bahagia itu pasangan yang bisa tertawa baik diatas kepintaran maupun kebodohan mereka masing-masing.
11. Mereka peka akan perasaan pasangannya masing-masing.
Jika kamu sudah menjalani hubungan dua tahun lebih, tentu kamu sudah ahli dalam hal ini. Dengan lebih peka akan perasaan pasanganmu, hal ini akan menolongmu untuk mengambil langkah. Jadi kamu bisa tahu, apa yang harus kamu lakukan jika pasanganmu marah, sedih bahkan dalam kondisi bahagia sekalipun.
12. Tidak menonjolkan kemesraan yang berlebihan, tapi mereka tahu bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Ada beberapa pasangan yang suka menunjukkan public display of affection (PDA) berlebihan. Sejujurnya, tidak ada yang peduli entah kalian memeluk erat satu sama lain atau bahkan berciuman di depan umum. Tapi pasangan yang awet, mereka tahu mereka saling membutuhkan keberadaan satu sama lain. Dan bersama, mereka saling mendukung untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
13. Terakhir, pasangan yang awet itu pasangan yang saling percaya satu sama lain.

Tidak ada namanya hubungan jika tidak didasari oleh kepercayaan. Jika kamu banyak mencurigai pasanganmu, perlu dipertanyakan apakah kamu akan lanjut dalam hubungan ini atau tidak. Ini merupakan dasar dari setiap awal hubungan kalian. Dengan saling percaya 100 persen, kalian akan banyak sekali menekan potensi konflik.
Apakah kamu termasuk salah satu pasangan yang sudah menjalani hubungan lebih dari dua tahun? Apa yang kamu lakukan untuk mempertahankan hubunganmu itu tetap awet dan bahagia? Yuk bagikan tipsmu itu di kolom komentar.
Sabtu, 04 April 2015
Mengapa Rasulullah Melarang Mendoakan Pengantin “Semoga Bahagia dan Banyak Anak”?
Hari itu, Uqail bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu menikah. Di tengah kebahagiaannya, ia merasakan kegundahan saat mendengar tamu mendoakannya dengan mengucapkan
بِالرَّفَاءِ وَ الْبَنِيْن
“semoga bahagia dan banyak anak”
Tak mau berlarut-larut dalam kegundahan dan demi meluruskan kekeliruan, Uqail pun mengatakan kepada tamu tersebut: “Janganlah kamu mendoakan demikian karena Rasulullah telah melarangnya.”
“Lalu, aku harus mendoakan bagaimana?”
“Ucapkanlah doa yang diajarkan Rasulullah:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
‘Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan’”
Mengapa Rasulullah melarang seseorang mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak”? Wallahu a’lam bish shawab. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui hakikat sejati di balik larangan ini. Namun, kita bisa memetik hikmah sebagaimana dijelaskan Ustadz Muhammad Fauzil Adhim dalam buku Kado Pernikahan untuk Istriku dan ditulis Ustadz Salim A. Fillah dalam buku Bahagianya Merayakan Cinta.
Hukumnya makruh
Para ulama menerangkan bahwa hukum mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak” ini adalah makruh. Larangan tersebut tidak serta merta haram karena dalam hadits yang lain Rasulullah membanggakan banyaknya jumlah umatnya dibanding umat nabi-nabi sebelumnya. Jadi dalam Islam, banyak anak itu bagus. Bahagia dalam pernikahan juga bukan sebuah hal yang dilarang. Namun, mendoakan pengantin dengan ucapan “semoga bahagia dan banyak anak” bukanlah doa yang tepat.
Doa yang lebih baik; barakah
Rasulullah melarang mendoakan pengantin “semoga bahagia dan banyak anak” dan beliau menganjurkan umatnya untuk mendoakan dengan ucapan:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
“Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan”
Hari-hari setelah pernikahan tidak selalu merupakan hari yang bahagia. Orang yang menikah juga belum tentu memiliki banyak anak. Maka membayangkan setelah menikah akan selalu bahagia dan memiliki banyak anak adalah hal yang tak sepenuhnya benar, tak spenuhnya bisa menjadi kenyataan bagi tiap orang.
Sebagaimana fase kehidupan lainnya, hari-hari dalam kehidupan berumah tangga juga diwarnai oleh dua hal: kadang kita menemukan hal-hal yang kita sukai, kadang kita menemukan hal yang tidak kita sukai. Kadang kita mengalami hal-hal yang kita inginkan, kadang kita mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan. Kadang kita menjumpai perkara dan peristiwa yang membuat hati kita senang, kadang kita menjumpai perkara dan peristiwa yang membuat hati kita tidak senang. Pada kedua sisi itu, kita berharap ada barakah. Pada kedua sisi itu, kita mendoakan pasangan suami istri selalu mendapatkan barakah. Inilah yang kita tangkap dari doa ini. Dan inilah yang jauh lebih baik daripada “bahagia dan banyak anak.”
Dalam doa yang diajarkan Rasulullah ini, ada katalaka dan ada ‘alaika. Meskipun sama-sama keberkahan yang diminta, tetapi dengan adanya preposisi yang berbeda ini, maknanya menjadi: barakah pada hal-hal yang disenangi dan sekaligus barakah pada hal-hal yang tidak disenangi. Jadi kita mendoakan pengantin muslim senantiasa mendapatkan keberkahan baik dalam kondisi yang mereka senangi maupun tidak mereka senangi. Misalnya saat mereka diluaskan rezekinya oleh Allah, mereka berada dalam keberkahan dengan sikap syukur dan banyaknya infaq. Dan ketika suatu saat mereka berada dalam keterbatasan ekonomi, mereka juga berada dalam keberkahan dengan sikap sabar dan iffah-nya.
Dengan mendoakan barakah, berarti kita merangkum sekian banyak kebaikan dalam satu ikatan. Seperti saat menyuruh seseorang untuk shalat dengan khusyu’, sesungguhnya untuk dapat mencapai perintah itu harus thaharah dulu, berwudhu dulu, memenuhi syarat dan rukun shalat. Demikian pula dengan barakah.
Ada suami istri yang banyak berbahagia di dunia, tetapi di akhirat masuk neraka. Tentu bukan itu yang kita harapkan terjadi pada saudara kita pengantin baru. Pun ada suami istri yang pernikahannya langgeng dan abadi di dunia, tetapi keduanya masuk neraka. Seperti Abu Lahab dan istrinya yang di-nash Allah dalam surat Al Lahab. Tentu pula, bukan seperti ini yang kita harapkan pada saudara kita pengantin baru. Kita mengharapkan mereka memperoleh banyak kebaikan; kendati bahagia dan duka datang silih berganti, dan tak semua pasangan suami istri memiliki anak yang banyak. Dan doa yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam itulah doa yang paling tepat. (keluargacinta)








